Repository navigation
aturan bertanya dan menjawab #2
Description
Saya buat isu disini karena menurut saya sih lebih mudah diskusi di sini dibandingkan melalui telegram.
Ini merupakan opini pribadi dan berdasarkan pengalaman pribadi (baca: curhat). Saya menyadari terdapat pola tanya jawab dalam grup telegram. Ada diskusi tanya jawab yang berjalan baik, ada juga yang "bermasalah". Saya sendiri, banyak pertanyaan yang saya ingin ajukan berhubung saya tergolong baru belajar. Hanya saja, ada saja alasan kenapa akhirnya tidak saya ajukan. Alasannya antara lain: merasa pertanyaannya terlalu dangkal, dapat jawaban pasif-agresif, menyadari saya bodo untuk memahami dokumentasi, dll.
Saya merasa pola yang bermasalah juga sering, dan akhirnya perbincangan berakhir bukan terkait pertanyaan.
Opini saya:
- Memperjelas tingkat kesulitan pertanyaan di aturan. Pribadi, saya bingung sendiri setiap ingin bertanya karena takut terlalu 'dangkal'.
- Jika menemukan pertanyaan "bermasalah", sebaiknya tidak direspon sama sekali. Jika memang melanggar, langsung dihapus saja.
- Memperjelas apa yang bisa ditanyakan. Saya baca di aturan tidak boleh bertanya mengenai ujian/skripsi/interview. Saya berstatus mahasiswa, apakah yang saya tanyakan melanggar aturan ini? Apa tugas juga tidak boleh? Apa konteksnya dalam hobi/non-komersial atau komersial?
- Mungkin ditambah juga panduan dalam menjawab.
Curhat
Berhubung saya hanya modal berlatar belakang teknik sipil. Python dkk masih terdengar asing bagi saya.
Ini sedikit cerita perjalanan saya saat berencana bertanya di komunitas:
- Saya lagi ingin memahami OOP di Python.
- Saya coba baca manualnya dan beberapa video (dari Corey, realpython, dan beberapa con).
- Sayangnya, saya bodo, jadi saya belum memahaminya juga (bahasa inggris itu sulit ternyata. 😆 )
- Saya ingin bertanya di komunitas "Ada yang bisa menjelaskan konsep OOP di python?"
- Lalu dengan melihat pola tanya jawab di komunitas, saya langsung mengurungkan niat karena saya menyadari bahwa pertanyaannya terlalu "dangkal".
- Saya coba buat latihan sendiri.
- Oke saya udah tahu sekedar sintaksnya, tapi masih belum paham juga OOP itu.
- Saya kepikiran untuk buat semacam objek seperti pandas.DataFrame tapi ditambah dengan fungsi-fungsi sendiri. Atau semacam buat objek dari sklearn yang ada metode .fit().
- Saya mau nanya, "Bagaimana cara buat objek seperti pandas.DataFrame() dengan menambah metode sendiri?"
- Tapi, tidak jadi, karena saya berasumsikan bahwa akan ada yang mengarahkan ke dokumentasi yang saya pernah saya baca dan tidak saya mengerti. Saya coba baca source code-nya juga belum nyampe ilmunya.
- Dan perjalanan ini berulang dimulai dari baca dokumentasi/tonton video, dll sampai akhirnya saya tidak jadi bertanya dan menyelesaikan masalahnya sendiri. (spoiler: sampe sekarang belum gitu paham soal OOP dan belum tahu jawabannya gimana. haha).
Nah, saya ingin juga bertanya, di tahap manakah saya mulai bertanya? Karena pertanyaan saya bisa jadi sangat sepele bagi orang lain.
Jujur, saya juga sempat overthinking untuk buat isu beginian. 🤣
Activity
heridotlife commentedon Aug 2, 2019
Bukan tentang pertanyaan sepele atau tidak, tapi cara bertanya yg baik dan bener, bantulah diri sendiri dg membuat pertanyaan baik dan bener.
Pertanyaan yg baik dan benar itu, menyertakan kode yg bermasalah, atau sekalian git repository nya. Masalah apa yg terjadi, solusi apa yg sudah dicoba, dan jgn lupa juga sertakan error log.
Banyak contoh pertanya yg baik di github issue project-project open source.
andrianowinatra commentedon Aug 2, 2019
Terima kasih, karena kalau lewat github issue, saya juga merasa bisa lebih mikir dulu keburu nembak duluan.
Opini-nya saya tanggapi satu per satu ya. Saya tanggapi dengan dasar saya diangkat jadi admin sejak bulan Oktober 2018.
Menurut saya ini instinct yang malahan bagus.
Panduan pribadi saya dalam aturan menanya: "Bisa nggak Google menjawab pertanyaan saya dibawah satu jam? Karena saya nggak mau menghabiskan waktu orang lain." Saya pribadi bekerja dengan prinsip itu. Tetapi saya nggak memaksa prinsip tersebut terhadap member python id.
Kembali lagi ke 'terlalu dangkal'. Dangkal ini sendiri terlalu subjektif, terutama tingkat kemahiran tiap orang berbeda-beda.
Pertanyaan yang bagus itu tidak tergantung kedangkalan. Lebih ke "apakah pertanyaan ini sudah mudah untuk dijawab bagi yang mau membantu?" Jadi jika mas Taruma mau menanyakan hal yang dangkal, saran saya adalah untuk menanya, namun dalam konteks yang memudahkan bagi yang lain untuk menjawab.
bermasalah sendiri ini banyak masalahnya. Jika dibiarin, maka akan diangkut lagi, padahal pertanyaannya tidak jelas. Jika dijadiin contoh buat yang lain, itu dianggap personal attack / bully. Jika dianggap dan disuruh perbaiki, malah jadi ajang perdukunan. Jika dihapus, admin di-PM loh. Terkadang ga semua admin itu siap siaga 24 jam. Kita semua kerja di negara maupun provinsi yang berbeda.
Untuk peraturan ini, saya akui, saya yang usul atas alasan tertentu. Saya perjelas disini bahwa yang dimaksud adalah tipe pertanyaan yang minta jawaban komplit.
Bagaimana cara bikin X dengan Y? Minta contohnya dong gan?.Lebih bisa diterima kalau pertanyaannya begini:
Yang mau membantu pun bisa membantu dengan mudah karena ga harus lagi jadi dukun untuk tau context dan kondisi dimana masalah itu terjadi.
Ini hal yang agak sulit. Mungkin akan saya rundingkan ke admin yang lain.
Untuk curhat dan segala, akan saya respons untuk yang berhubungan dengan mindset + bertanya
Anda bilang anda bodoh, padahal anda udah berusaha lebih dari pertanyaan yang saya lihat lainnya.
Di tahap manakah saya mulai bertanya? di tahap apapun selama pertanyaannya disajikan baik dan benar. Pertanyaan seperti "Ada yang bisa menjelaskan konsep OOP di python?" itu terlalu luas. Kalau saya menerima pertanyaan seperti itu lewat chat, otomatis saya juga udah capek duluan karena itu contextual.
Melihat pertanyaan seperti itu, saya nggak akan menjawab karena saya sendiri belum merasa itu cukup untuk dijawab. List pertanyaan yang muncul di-kepala saya:
Anda overthink? Para admin lebih overthink
irvan-putra commentedon Aug 2, 2019
Terima kasih sudah bertanya via issue begini. Saya setuju dengan mas Ano, kalau ingin memperbesar kemungkinan bertanya, mudahkanlah orang menjawab serta ya ada gimmick seperti buat issue seperti ini. Bahkan kalau mas mau buat halaman tentang OOP lebih bagus lagi.
Mengenai peraturan soal tugas / skripsi / interview, yang dilarang kan adalah meminta mengerjakan. Jadi selama tidak meminta mengerjakan, misalnya klarifikasi apa yang buat bingung, atau cari inspirasi, ya tidak masalah. Buatlah pertanyaan itu seperti bukan pertanyaan tugas / skripsi / interview. Itu akan jadi skill yang bagus buat Anda.
taruma commentedon Aug 2, 2019
Terima kasih atas jawabannya.
Opini saya, semuanya tergantung sama yang mau menjawab pertanyaan itu sendiri. Jika saya pribadi, malas menjawab pertanyaan tersebut, saya tidak akan menjawabnya. Akan tetapi, bisa saja ada orang lain yang mau menjawab pertanyaan tersebut. Makanya, saya lebih cenderung ke arah dibiarkan saja yang bertanya 'malas'.
Pribadi, saya selalu berusaha menjawab pertanyaan semampu saya dan menggunakan asumsi saya sebaik mungkin (saya selalu mengasumsikan penanya tidak tahu sama sekali). Dan saat menjawab, itu lebih kearah kepentingan pribadi (mengasah komunikasi dan kemampuan yang baru dipelajari misalnya, atau sekedar berbagi pengalaman).
Atau jika dimungkinkan, bisa alihkan pertanyaan ke github repo ini. Setiap penanya bisa buat isu sendiri, edit sendiri. Dan jika saya menemui pertanyaan dan jawaban yang bisa diterapkan ke proyek saya, saya bisa mereferensikannya. Menurut saya, telegram tidak sesuai untuk format tanya-jawab teknis (kodingan), lebih ke arah diskusi, berbagi pengalaman, atau ide.
Tentunya, ini hanya ide saja. Saya tidak tahu cerita komunitas ini, tujuannya, apakah aturan itu muncul karena pernah 'kejadian', dll. Jika memang sudah diputuskan bahwa ini yang terbaik, saya hanya bisa mengikuti aturan yang telah dibuat. Tapi jika ada kesempatan perubahan atau pengembangan berikutnya, mungkin bisa dimulai diskusinya.
irvan-putra commentedon Aug 3, 2019
Peraturan dibuat memang karena ada yang dianggap meresahkan. Hal yang paling utama adalah Telegram memang sempit. Github issue begini lebih luas, cuma ya tergantung yang lain mau adopsi atau tidak.
[-]meta: bertanya dan menjawab[/-][+]aturan bertanya dan menjawab[/+]pebbie commentedon Mar 2, 2020
Hindari membuat pertanyaan basa-basi yang membuang waktu seperti :
karena alternatif jawabannya cuma 2 : ada atau tidak
tapi keputusannya juga 2 : membalas atau tidak, dan saya pribadi cenderung untuk tidak
kenapa cenderung tidak?
karena pertanyaan ini cuma pancingan dan pertanyaan sebenarnya adalah setelah pertanyaan ini.
pertanyaan seperti ini biasanya juga bersifat umum (mis. jelaskan OOP) sehingga jawabannya bisa jadi agak panjang dan perlu meluangkan waktu.
akhirnya terasa seperti pertanyaan jebakan. kalau menjawab ada jadi terpaksa menjawab sampai selesai.
(tip: kalau pertanyaannya masih umum, itu tandanya kurang baca. coba cari jawaban dari sumber lain seperti blog/buku karena bisa jadi penjelasannya lebih mudah dipahami dibanding via chat di telegram)