-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Expand file tree
/
Copy pathindex2-soegiono.html
More file actions
123 lines (100 loc) · 6.44 KB
/
Copy pathindex2-soegiono.html
File metadata and controls
123 lines (100 loc) · 6.44 KB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head> <!-- memulai untuk head section (lebih kearah metadata/konfigurasi) -->
<meta charset="utf-8"> <!-- hal basic untuk memulai sebuah page html -->
<meta content="width=device-width, initial-scale=1.0" name="viewport">
<title>Soegiono Group News</title> <!-- judul -->
<link href="assets2/img/favicon.png" rel="icon"> <!-- logo tab browser -->
<link href="assets2/img/favicon.png" rel="apple-touch-icon">
<!-- koneksi ke google font untuk pilihan font -->
<link href="https://fonts.googleapis.com/css?family=Montserrat:300,400,500,700|Open+Sans:300,300i,400,400i,700,700i" rel="stylesheet">
<!-- koneksi ke css -->
<link href="assets2/css/styling.css" rel="stylesheet">
</head> <!-- ending dari head section -->
<body> <!-- section untuk body dimulai -->
<main id="main"> <!-- ID untuk main -->
<!-- permulaan dari section konten pertama -->
<section id="firstcontent" class="first-paragraph-bg">
<div class="container-fluid" data-aos="fade-up">
<div class="section-header">
<h3 class="title">Soegiono Group News</h3> <!-- judul -->
<p class="tagline">Platform terbaik untuk berita yang akurat. <!-- tagline -->
</p>
</div>
<!-- paragraf pertama -->
<section id="first-paragraph">
<div class="features-row first-paragraph-bg" data-aos="fade-up">
<div class="container"> <!-- buat nahan kiri kanan -->
<div class="content-fill">
<!-- foto ditambah animasi -->
<img class="first-paragraph-img-right wow fadeInRight" src="assets2/img/img-4.png" width="360" height="auto" alt="">
<div>
<h2>[lanjutan] Ancaman Stunting Naik Saat Pandemi</h2>
<h3>Minggu, 30 Mei 2021 - 16.00 WIB</h3>
<p>
Selain itu Dr. Melyda mengatakan bahwa stunting adalah hal serius yang harus segera ditangani dengan segera dan tepat. Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi.
Stunting disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan.
“Kondisi ini diakibatkan oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.” Ungkap Dian Isniani Arifianti seorang ahli gizi di salah satu Puskesmas di daerah Serpong, Tangerang Selatan.
</p>
<p>
Stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.
Faktor lain anak bisa stunting adalah bawaan genetik (10%), pola makan anak (40%), sanitasi lingkungan (30%), dan layanan kesehatan (20%).
</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<!-- paragraf kedua -->
<div class="features-row" data-aos="fade-up"> <!-- ini buat animasi pake javascript -->
<div class="container"> <!-- ini buat jaga bagian kiri kanan -->
<div class="row">
<div class="content-fill">
<div>
<p>
Dr . Ria juga menambahkan bahwa stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maksudnya, ketika seorang anak sudah stunting atau pendek sejak ia masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa.
Saat pubertas, ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil. Meskipun, Anda telah memberikannya makanan yang kaya akan gizi, namun tetap saja pertumbuhannya tidak dapat maksimal.
Namun, tetap penting bagi orang tua memberikan berbagai makanan yang bergizi tinggi agar mencegah kondisi si kecil semakin buruk dan gangguan pertumbuhan yang ia alami semakin parah. Oleh karena itu, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang maksimal saat awal-awal kehidupannya, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan.
Dikutip dari artikel resmi yang di keluarkan Kemenkes, untuk mengatasi stunting, pemerintah telah menyiapkan dua program. Yaitu Program yang bersifat spesifik juga program yang sensitif.
</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="features-row first-paragraph-bg" data-aos="fade-up">
<div class="container"> <!-- buat nahan kiri kanan -->
<div class="content-fill">
<!-- foto ditambah animasi -->
<img class="advanced-feature-img-right wow fadeInRight" src="assets2/img/img-5.jpg" width="360" height="auto" alt="">
<img class="advanced-feature-img-right wow fadeInRight" src="assets2/img/img-6.jpg" width="360" height="auto" alt="">
<img class="advanced-feature-img-right wow fadeInRight" src="assets2/img/img-2.jpg" width="360" height="auto" alt="">
</div>
</div>
</div>
</section>
<!-- paragraf ketiga -->
<section id="third-paragraph">
<div class="container">
<div class="row">
<div class="content-fill-2 center-allign text-lower">
<p class="cta-text">
Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek menjelaskan, program bersifat spesifik adalah berkaitan dengan kesehatan, contohnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif pada anak.
Untuk program yang sensitif, lanjut Nila, itu contohnya adalah akses air bersih dan sanitasi. Itu akan dilakukan dengan bekerja sama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA).
</p>
</div>
<div class="content-fill-3 button-container center-allign">
<a class="next-page-button align-middle" href="index-soegiono.html">Halaman Awal</a>
</div>
</div>
</div>
</section>
</main>
<!-- fitur buat back to top -->
<a href="#" class="back-to-top d-flex align-items-center justify-content-center"><i class="bi bi-chevron-up"></i></a>
<!-- koneksi ke file javascript -->
<script src="assets2/js/aos.js"></script> <!-- aos buat animasi dan layer-per-layer -->
<script src="assets2/js/glightbox.min.js"></script> <!-- ini glightbox yang membantu aos -->
<script src="assets2/js/main.js"></script>
</body>
</html>